PSHT Cabang Jaksel Gelar UKCW 2026, Tekankan Kualitas Calon Warga
"PSHT Cabang Jakarta Selatan menggelar UKCW 2026 di Cilandak Marinir untuk mencetak warga yang berkarakter, disiplin, dan memiliki mental yang kuat."
![]() |
| Foto: Agus Riadi |
Agus Bajil Penulis | Tanpo Aran Editor
JURNALISTERATE- Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jakarta Selatan Pusat Madiun menyelenggarakan Ujian Kelayakan Calon Warga (UKCW) 2026, Minggu (3/5/2026).
Organisasi menitikberatkan proses penyaringan pada aspek mental dan integritas para pesertanya. Menunjukkan komitmen kuat dalam mencetak generasi pesilat yang tidak hanya mahir secara fisik, tetapi juga memiliki kedalaman karakter. Melalui penyelenggaraan Ujian Kelayakan Calon Warga (UKCW) 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (3/5) ini mengambil lokasi di kawasan Bukit Maryoto Cilandak Marinir, Jakarta Selatan, dengan suasana yang sangat khidmat dan penuh disiplin tinggi. Seluruh calon warga mengikuti setiap tahapan ujian dengan keseriusan untuk membuktikan kelayakan mereka menyandang status sebagai warga tetap.
Acara dimulai dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Anggota Dewan Cabang, Kang Mas Sumadi, yang hadir mewakili Ketua Cabang, Kang Mas Anggoro Jati. Meskipun berhalangan hadir secara fisik, Kang Mas Anggoro Jati memberikan arahan yang sangat fundamental bagi para peserta dan panitia. Beliau menegaskan bahwa UKCW merupakan fase krusial dalam perjalanan seorang pesilat di lingkungan SH Terate karena menjadi tolak ukur kualitas pribadi sebelum resmi bergabung dalam persaudaraan.
“Ini proses sakral yang menentukan kualitas calon warga. Bukan hanya teknik, tapi juga hati, mental, dan tanggung jawab,” tegas Kang Mas Anggoro Jati dalam keterangannya.
Beliau menekankan bahwa menjadi bagian dari warga SH Terate bukan sekadar soal kebanggaan semata, melainkan ada tanggung jawab besar untuk menjaga marwah ajaran dan nilai-nilai persaudaraan. Setiap calon warga harus siap mengabdi dan menjaga kehormatan organisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, proses seleksi tahun ini dilakukan secara ekstra ketat untuk memastikan tidak ada celah bagi ketidaksiapan mental maupun perilaku.
Panitia pelaksana menerapkan standar yang sangat objektif dalam menilai setiap peserta. Faktor kejujuran dan kedisiplinan menjadi variabel utama yang dipantau sepanjang kegiatan berlangsung. Hal ini mengakibatkan tidak semua peserta yang mengikuti ujian otomatis akan dinyatakan lulus. Kebijakan ini diambil demi menjaga standar mutu organisasi agar setiap individu yang terpilih benar-benar merepresentasikan nilai-nilai luhur perguruan.
“Yang kita jaga bukan jumlah, tetapi kualitas. Satu warga yang baik akan membawa nama baik organisasi,” tambah Kang Mas Anggoro Jati.
Seluruh tim penguji dan panitia juga mendapatkan instruksi tegas untuk menjalankan tugas secara adil dan tanpa keberpihakan. UKCW sendiri menjadi salah satu pilar penting dalam sistem pembinaan di PSHT sebagai sarana penyaringan agar setiap warga nantinya mampu menjadi pribadi yang berbudi luhur.
Para warga diharapkan memiliki kontrol diri yang kuat serta mampu membedakan hal yang benar dan salah dalam aktivitas sehari-hari. Dengan berakhirnya rangkaian ujian ini, diharapkan muncul bibit-bibit baru yang siap berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Mari terus ikuti perkembangan terbaru mengenai kegiatan PSHT untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.
Harap berkomentar yang sopan dan sesuai topik, komentar berisi spam akan dimoderasi. Terima kasih